Ini Nih Tips Rasulullah SAW Menghadapi Kecurangan Kompetitor Dalam Persaingan Usaha - KIOS PULSA

Ini Nih Tips Rasulullah SAW Menghadapi Kecurangan Kompetitor Dalam Persaingan Usaha

Sebagaimana tulisan sebelumnya, bahwa berwirausaha bukan semata-mata soal uang melainkan lebih dari itu adalah soal bagaimana kita mengaktualisasikan diri dalam kehidupan secara bermartabat, jujur dan bertanggung jawab. Wirausahawan sejati adalah mereka yang mampu mempertahankan dirinya tetap berada di dalam “ranah” kejujuran dan profesionalitas di tengah berbagai bentuk kecurangan yang melingkupinya, namun juga tetap mampu bertahan dengan menghasilkan keuntungan dalam kegiatan usahanya. Tetapi dunia usaha adalah “wilayah” yang rumit sekaligus sederhana. Rumit karena disana bertemu berbagai macam kepentingan yang semuanya saling bersaing untuk bisa mendominasi satu sama lain. Sederhana karena di sana (dunia wirausaha) semuanya memiliki tujuan yang sama, yakni meraih keuntungan.
Baca Juga : Cara Menjadi Pengusaha Sukses

Ini Nih Tips Rasulullah SAW Menghadapi Kecurangan Kompetitor Dalam Persaingan Usaha


Terjun ke dalam dunia wirausaha “menuntut” kita untuk menyiapkan mental menghadapi persaingan usaha yang terkadang “saling sikut” satu sama lain. Mempersiapkan mental disini berarti menguatkan keteguhan hati untuk tidak terjebak dan terbawa ke dalam irama persaingan usaha yang tidak sehat. Dan itulah yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. Sebagai seorang entrepeneur, ketenaran beliau akan “kepiawaiannya” dalam berbisnis tak perlu diragukan lagi. 

Sudah sangat banyak buku dan riwayat yang mengisahkan bagaimana kecerdikan beliau dalam memenangkan persaingan usaha dengan tetap berpegang teguh kepada prinsip-prinsip kejujuran, profesionalitas dan kejujuran. Kali ini kita akan coba mengambil satu pelajaran atau tips bisnis yang beliau pernah ajarkan diantara sekian banyak pelajaran-pelajaran berwirausaha yang pernah beliau ajarkan.

Baca Juga : Kiat-Kiat Menjadi Pengusaha Pulsa yang Sukses
Alkisah seorang sahabat Nabi datang mengadukan usahanya yang tidak berkembang lantaran tokonya sepi pembeli. Sahabat tersebut menceritakan banyak pelanggannya yang berpindah kepada pesaing atau kompetitornya yang adalah seorang yahudi. Yang menjadi persoalan bukan kualitas barang di toko milik orang yahudi tersebut lebih baik, tetapi adalah “kecurangan” yang dilakukan oleh si pedagang yahudi tersebut. 

Pedagang yahudi tersebut menjual barang dengan harga yang lebih murah ketimbang si pedagang muslim (sahabat) tersebut, dan itu bisa dilakukannya karena si pedagang yahudi mengurangi takaran timbangan untuk setiap kilogramnya. Mendengar penuturan sahabat tersebut Nabi Muhammad Saw menyarankan agar ia (sahabat tersebut) melebihkan takaran untuk setiap kilogramnya, dan bukannya ikut-ikutan mengurangi agar bisa menjual lebih murah. Meski heran dan bertanya-tanya sahabat itu menuruti nasihat Nabi Muhammad SAW.

Setelah beberapa hari berlalu mulailah toko sahabat itu kembali diserbu para pembeli, pasalnya orang-orang mendapati bahwa takaran 1 kilogram di toko pedagang muslim ternyata lebih banyak isinya dibanding dengan takaran 1 kilogramnya pedagang yahudi. Meski margin keuntungan setiap kilogramnya menjadi berkurang karena sahabat nabi itu harus melebihkan isi timbangannya namun pelanggannya bertambah banyak sehingga “market share”nya menjadi lebih luas. Yang tentu saja ini berimbas kepada meningkatnya omset dan keuntungan.

Baca Juga : Perhatikan 4 Hal Berikut! Dan Anda Akan Jadi Pengusaha Pulsa Terkaya
Begitulah tips yang diajarkan Nabi Muhammad SAW dalam menghadapi persaingan usaha yang tidak sehat, korup dan curang. Bukannya ikut-ikutan melakukan tindak kecurangan tetapi justru sebaliknya memberikan benefit tambahan kepada konsumen untuk menarik dan menjadikan mereka pelanggan setia kita. 

Apa yang diajarkan nabi tersebut adalah tentang bagaimana menjadi seorang wirausahawan sejati dengan tetap berusaha menjaga integritas yang baik. Tentu saja ini bukan soal mudah untuk kita jalankan di kehidupan dunia usaha sekarang ini. Tetapi justru itulah nilai tambahnya bagi kita, bukankah juga adalah sebuah keuntungan memperoleh wadah dan sarana untuk belajar tetap menjadi baik, jujur dan profesional ?

Selamat ber wirausaha dan sukses.

0 Response to "Ini Nih Tips Rasulullah SAW Menghadapi Kecurangan Kompetitor Dalam Persaingan Usaha"

Post a Comment