Bagaimana Mengubah Ide Anda Menjadi Sebuah Bisnis? - KIOS PULSA MURAH

Bagaimana Mengubah Ide Anda Menjadi Sebuah Bisnis?

Kios Pulsa - Sebenarnya Anda telah melakukannya! Anda baru saja merencanakannya – setidaknya, Anda berusaha memikirkannya “hal besar apa berikutnya” yang akan terjadi. Sekarang Anda hanya harus mulai meneliti bagaimana caranya mengubah sebuah ide cemerlang menjadi sesuatu yang anda harapkan nantinya bisa menjadi bisnis yang menguntungkan secara finansial.

Memang saat ini mungkin mudah bagi Anda untuk mendapatkan sebuah ide, akan tetapi Anda tidak tahu darimana harus memulainya apalagi jika ide tersebut mengharuskan anda untuk menjadi seorang wiraswasta.

Kenyataannya banyak orang diluar sana yang telah mengambil langkah yang sama dengan rencana Anda. Mereka pun menasehatkan beberapa hal penting yang dapat menjadi kunci rahasia sukses berbisnis yang harus dilakukan para pengusaha pemula untuk mendapatkan kesempatan untuk meraih mimpinya agar menjadi kenyataan. Berikut adalah beberapa poin kuncinya.

Mengubah Ide Anda Menjadi Sebuah Bisnis
BisnisUKM

Pertama, Untuk mengubah ide Anda menjadi sebuah bisnis diperlukan Rencana

Apakah rencana tersebut membuka usaha burger warlaba Anda sendiri atau memperkenalkan beberapa gadget lucu keluaran baru bagi seluruh seluruh penduduk dunia. Pertama – tama Anda harus terlebih dahulu merencanakan bagaimana Anda akan mengubah sebuah gagasan baru menjadi sebuah usaha yang menguntungkan.

Eric Chen, seorang profesor administrasi bisnis di perguruan tinggi St Joseph di Hartford barat, Connecticut, mengatakan bahwa Anda harus membangun sebuah rencana bisnis.

“Sebagian merasa bahwa rencana bisnis adalah buang-buang waktu, namun, izinkan saya meyakinkan Anda – hal tersebut tidaklah benar,” katanya “Rencana bisnis adalah kesempatan bagi Anda untuk duduk dan mengartikulasikan, secara rinci, apa yang Anda ingin capai dalam bisnis Anda dan bagaimana Anda akan melakukannya.”

Misalnya, jika membuka burger warlaba adalah rencana anda, maka hal tersebut harus tertulis dalam visi Anda. Chen mengatakan mengembangkan rencana bisnis memungkinkan Anda untuk memetakan hal-hal teknis seperti di mana Anda akan membeli daging sapi, menyimpan barang Anda dan menentukan harga untuk setiap menu.

Chen mengatakan hal – hal seperti inilah yang seharusnya tidak boleh diremehkan oleh para pengusaha karena semakin banyak yang Anda tahu tentang usaha anda maka akan semakin baik usaha anda ke depannya.

“Format mengenai rencana bisnis dapat diperoleh secara online,” katanya. “Namun, format ini masih perlu disesuaikan dengan keperluan bisnis Anda.”

Setiap rencana harus mencakup ringkasan eksklusif, yang dapat menggambarkan secara singkat rencana Anda. Gambaran industri yang mencakup analisis kompetitif dan penjelasan dari rantai nilai, dan bagian perusahaan yang menggambarkan strategi bisnis Anda.

Chen mengatakan Anda juga harus menganalisa keuangan yang akan anda kembangkan agar sesuai antara anggaran keuangan dan proyek yang akan dijalankan. Rincilah berapa banyak modal awal yang Anda perlukan dan pikirkan juga mengenai daftar penyandang dana dan struktur modal.

Chen juga berkata bahwa “sebenarnya Ada orang-orang yang dapat Anda mintai bantuan untuk membangun sebuah rencana bisnis,”. ” beberapa pebisnis – pebisnis eksekutif yang telah pensiun biasanya bersedia untuk memberikan bimbingan

Jika Anda serius untuk memulai bisnis, Anda harus bersedia mengeluarkan uang untuk ide-ide Anda

“Awalnya, Anda harus membiayai usaha Anda dengan uang Anda sendiri daripada menggunakan uang rekan atau keluarga anda,” kata Eric Chen, seorang profesor di bidang bisnis di Universitas St Joseph. ” seringkali sulit untuk meminta uang dari rekan – rekan dan keluarga. Jika Anda menggunakan ‘uang panas’ tersebut, Anda wajib membayarkannya kembali kepada orang-orang terdekat Anda. “

Chen juga mengatakan “Usaha baru anda tidak boleh merugikan orang sekitar anda karena suatu hari Anda masih harus menghadapi para “investor – investor” ini dalam acara reuni keluarga dan pertemuan liburan, yang dapat membuat suasana sedikit canggung.

Bank tidak akan meminjamkan uang kepada Anda kecuali Anda memiliki agunan, kata Chen. “Kenyataannya adalah bahwa banyak pengusaha akhirnya menggunakan kartu kredit pribadi mereka sendiri untuk membiayai usahanya,” tambah Chen. “Jika bisnis ini mengalami kerugian, mereka akhirnya mencabut kredit mereka sendiri untuk beberapa waktu.”

Tapi itu bagian dari risiko keuangan yang harus anda ambil untuk membuka setiap pintu kesuksesan di masa yang akan datang. “Jika Anda tidak melakukannya, maka tidak akan ada yang terwujud. jika Anda tidak mempercayai diri anda sendiri, maka siapa lagi yang mau percaya? “

Meskipun tidak meminjamkan uang langsung kepada pemilik usaha kecil, Departemen urusan usaha kecil dapat membantu memfasilitasi pinjaman untuk calon pengusaha dengan pihak ketiga sebagai pemberi pinjaman melalui perkumpulan program pinjaman yang ditawarkannya.

Menurut websitenya, SBA-didukung aplikasi pinjaman yang dapat membantu memberikan jaminan kepada pemberi pinjaman bahwa Anda akan membayar kembali uang yang Anda pinjam untuk memulai bisnis Anda.


Menyangkut Aspek legalitas

Perencanaan hanyalah ada di bagian awal. Selain itu, Anda juga harus berpikir untuk melindungi merek Anda.

Pengacara Robert Siminski yang berbasis di Michigan mengatakan ada dua aspek penting yang harus dipertimbangkan ketika meluncurkan usaha kecil: anda harus menentukan apakah anda akan menjadikannya sebuah usaha bersama dan apakah anda hanya mengejar hak kekayaan intelektual.

“Sebuah usaha kecil dalam kebanyakan kasus harus mencari perusahaan yang memiliki kualifikasi untuk melindungi diri dalam hal gugatan,” jelas Siminski.

“Ada berbagai pertimbangan berkaitan dengan pajak juga. Dalam kebanyakan kasus, perlakuan terhadap pajak perusahaan akan sama baiknya, atau lebih baik, daripada bisnis yang bukan berupa perusahaan, “katanya.

Beberapa ahli mengatakan bahwa menggabungkan usaha Anda merupakan permulaan yang bagus karena dapat membuat pelanggan lebih percaya pada produk Anda. Hal ini juga memungkinkan Anda untuk memisahkan dan melindungi aset pribadi Anda dari utang bisnis Anda.

Dan jika bisnis Anda akan meluncurkan produk baru, jawaban yang tegas untuk pertanyaan kedua Siminski itu, mengenai hak kekayaan intelektual, adalah ya.

“apalagi jika produk tersebut merupakan produk baru dan memenuhi syarat untuk perlindungan paten.” Minimal bisnis harus mendapatkan hak paten sementara yang diajukan kepada Kantor Paten Amerika Serikat sebelum menawarkan produk tersebut untuk dijual,” katanya. “Tawaran untuk menjual produk sebelum mengajukan permohonan paten bisa mematikan kesempatan bagi pengusaha tersebut untuk mendapatkan perlindungan paten di kemudian hari.”


Pastikan Komitmen Anda

Sebelum Anda berpikir tentang rencana bisnis dan produk paten, Anda sebaiknya harus meyakinkan diri Anda sendiri untuk berkomitmen kepada gagasan Anda untuk mencoba mengubahnya menjadi bisnis yang menguntungkan.

Leah Carey, pembicara motivasi, penulis dan penggagas blog inspirasional “The Journal Miracle,” yang berbasis di New Hampshire berujar selama bertahun-tahun ia telah kehilangan ribuan dolar karena mencoba untuk mengubah setiap salah satu ide aneh ke dalam usaha bisnisnya dan kemudian gagal.

“Masalahnya adalah bahwa saya sering kehilangan gairah saya karena saya harus menghabiskan waktu setiap hari melihat dan bekerja dengan ide yang gagal,” katanya.

Jadi daripada melompat langsung ke ide bisnis baru, Carey mengatakan dia mencoba pendekatan yang berbeda, dan ternyata sukses besar.

“Saya mulai membuat blog yang berkaitan dengan minat saya,” jelasnya. “Setelah menuliskannya empat sampai lima kali seminggu selama 15 bulan terakhir, saya yakin bahwa saya akan dapat mempertahankan semangat dan dorongan tersebut.”

Carey sangat merekomendasikan untuk mencari tahu cara untuk menguji minat Anda terlebih dahulu sebelum mengalokasikan uang ke dalamnya. Dengan demikian, Anda juga dapat menentukan apakah ada pengguna atau pembeli di luar sana untuk jasa atau barang yang Anda coba untuk sediakan.

“Pendekatan ini bisa bekerja untuk kondisi apa pun,” ujarnya. “Misalnya, seseorang yang mencintai anggur akan berpikir, ‘Wah, saya ingin memiliki bisnis yang berfokus pada anggur,’ mungkin ingin blog tentang anggur untuk sementara waktu mereka juga harus meneliti apakah mereka dapat mempertahankan semangat dan antusiasmenya dalam menjalankan blog tersebut dengan biaya yang relatif sedikit atau bahkan tidak ada. “

0 Response to "Bagaimana Mengubah Ide Anda Menjadi Sebuah Bisnis?"

Posting Komentar