Strategi Jitu Mengatasi Kenaikan Harga Bahan Baku

Berikut ini kita bahas sebuah kasus tentang seorang pengusaha warteg yang mengalami situasi tentang kenaikan harga bahan baku. Langsung aja ya...

Saya seorang pengusaha warteg, Saat ini harga bahan baku di pasaran tinggi, mengakibatkan pengeluaran untuk bahan baku semakin bertambah besar. Untuk menutupinya biaya tersebut, saya berencana ingin menaikkan harga jual atau mengurangi porsi makanan. Manakah yang sebaiknya saya lakukan ? dan apa sajakah yang menjadi pertimbangan untuk mengambil keputusan tersebut ?

Strategi Jitu Mengatasi Kenaikan Harga Bahan Baku

Masalah diatas tentunya banyak yang mengalami hal yang sama, lalu bagaimana cara mengatasinya ?. Mari kita bahas, ada beberapa cara menyiasati harga bahan baku naik, berikut Strategi Jitu Mengatasi Kenaikan Harga Bahan Baku :

1. Harga tetap tapi porsinya dikurangi

Beberapa pengusaha cenderung menghindari strategi menaikkan harga produk usaha karena potensi resikonya. Mereka lebih memilih untuk menurunkan spesifikasi kuantitas atau kualitas produknya. Misalnya dalam bisnis kuliner, seorang pedagang bakso membuat ukuran bola-bola daging lebih kecil dengan harga jual yang sama. Kiat ini cocok diterapkan pada kalangan masyarakat yang lebih mementingkan harga ketimbang kepuasan dan kualitas produk.

2. Harga naik tapi ada iming-iming tertentu yang menarik buat pelanggan. 

Misalnya buat kemasan menjadi lebih menarik, tampilan warung lebih bersih dan rapi dll.

3. Harga Naik menyesuaikan bahan baku.

Langkah umum yang dilakukan para pengusaha adalah ikut menaikkan harga produk dengan besaran kenaikan yang sesuai dengan pengeluaran pembelian bahan baku. Langkah ini tentu memiliki resiko yang besar terhadap penurunan omzet penjualan, atau parahnya adalah kehilangan pelanggan setia. Jika bisnis anda mempunyai kekuatan monopoli yang tinggi, maka strategi ini sedikit pengaruhnya, karena konsumen tidak memiliki pilihan lain selain bertransaksi di tempat usaha anda. Sementara jika usaha anda memiliki kompetitor yang banyak, maka berhati-hatilah untuk menerapkan cara ini. Sebaiknya sebelum memutuskan untuk menaikkan harga, perhatikan atau tunggu langkah-langkah yang diambil oleh para kompetitor bisnis anda.

Untuk menetapkan siasat mana yang bagus, lihat saja siapa pelanggan Anda. Jika pelanggan Anda adalah orang yang sensitif harga, maka sebaiknya harga tetap tetapi porsinya sedikit dikurangi. Untuk Warteg umumnya pelanggan sensitif mengenai harga, karena mereka datang ke warteg memang benar-benar mau makan kenyang. Lain halnya jika cafe di mana pengunjung mau bersantai menikmati suasana. Untuk di cafe kita bisa pakai cara kedua : Harga dinaikkan dengan tambahan fasilitas (misalnya hot spot gratis), Pengunjung malah bisa bertambah ramai.

Meskipun Anda mengurangi porsi, alangkah baiknya jika sekali waktu Anda perlu memberi bonus buat pelanggan setia, misalnya sayur bening gratis atau yang lain yang sekiranya tidak merugikan keuangan Anda tapi membuat pelanggan tetap loyal.

Jangan lupa lihat Tips Sukses Menjalankan Usaha di Tengah Krisis. Semoga informasi ini bermanfaat.
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai

No comments

–>